Pendapat atas Akuisisi PT Suprabari Mapanindo Mineral oleh PT Tuah Turangga Agung

Jakarta (18/4) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada tanggal 17 April 2018 telah selesai melakukan penelitian dan mengeluarkan Pendapat terhadap Pemberitahuan Pengambilalihan Saham (Akuisisi) PT. Suprabari Mapanindo Mineral oleh PT. Tuah
Turangga Agung. Pengambilalihan saham ini telah memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 (PP 57 Tahun 2010).

PT Tuah Turangga Agung merupakan anak usaha usaha dari PT United Tractors Tbk dan memiliki beberapa pertambangan batubara di Indonesia melalui anak usahanya. Perusahaan Target, PT Suprabari Mapanindo Mineral merupakan perusahaan yang bergerak di pertambangan batubara jenis kokas batubara. Tambang PT Suprabari Mapanindo Mineral berada di wilayah provinsi Kalimantan Tengah.
KPPU menilai bahwa transaksi akuisisi ini merupakan transaksi akuisisi horisontal, karena kedua pihak sama-sama bergerak di bidang pertambangan batubara. Berdasarkan Peraturan Komisi Nomor 03 Tahun 2013 (Perkom No. 3/2013), apabila transaksi akuisisi merupakan akusisi horisontal maka dilakukan penelitian tingkat konsentrasi pasca akuisisi.

Untuk menghitung tingkat konsentrasi KPPU menggunakan metode Herfindahl-Hirschman index (HHI). Berdasarkan penelitian tingkat konsentrasi pasca akuisisi memiliki nilai HHI sebesar 295,71 poin. Berdasarkan Perkom No. 3 /2013, apabila HHI pasca akuisisi berada di bawah 1.800 maka tidak terdapat kekhawatiran adanya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang diakibatkan oleh merger akuisisi. Hal ini dikarenakan jumlah pelaku usaha dan pangsa pasarnya di industri masih cukup banyak, sehingga timbulnya pelaku usaha
dominan pasca akuisisi tidak dimungkinkan.

Berdasarkan analisis tersebut maka KPPU mengeluarkan pendapat tidak terdapat dugaan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang diakibatkan dari akuisisi PT Suprabari Mapanindo Mineral oleh PT Tuah Turangga Agung.