KPPU menyelesaikan Penilaian atas Akuisisi PT Sumber Bahagia Sentosa oleh PT Mahkota Buana Selaras

Jakarta (28/3) – KPPU telah menyelesaikan proses penilaian atas akuisisi PT Sumber Bahagia Sentosa (SBS) oleh PT Mahkota Buana Selaras (MBS) pada tanggal 27 Maret 2018. Penilaian tersebut diawali dari penerimaan notifikasi atau pemberitahuan dari PT Mahkota Buana Selaras (MBS) terkait dengan pengambilalihan (akuisisi) 100% saham perusahaan PT Sumber Bahagia Sentosa (SBS) pada 2 Agustus 2017. Pengambilalihan saham ini sejalan dengan keinginan MBS untuk memperluas jaringan rumah sakit di nasional. Setelah akuisisi pemilik baru berencana untuk mengembangkan Rumah Sakit Putera Bahagia dengan meningkatkan kapasitas tempat tidur dan meningkatkan pelayanan dan fasilitas peralatan rumah sakit.

MBS merupakan bagian dari Siloam Group yang memiliki jaringan pelayanan rumah sakit di berberapa kota di Indonesia. Sebelum pengambilalihan, Siloam Group mengelola dan mengoperasikan 23 (dua puluh tiga) rumah sakit, yang terdiri dari 7 (tujuh) rumah sakit di
kawasan Jabodetabek dan 16 (enam belas) rumah sakit yang tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara Timur. Sementara SBS adalah pengelola dari Rumah Sakit Putera Bahagia yang berkedudukan di di Cirebon, Jawa Barat.

Dalam analisa, KPPU menilai bahwa akuisisi dilaksanakan dalam pasar bersangkutan yang tidak sama, karena Siloam Group dan SBS tidak berada dalam pasar geografis yang sama. Jika dilihat dari pangsa pasarnya, maka pangsa pasarnya cukup rendah (yakni di bawah 5 %). Selain itu peningkatan pangsa pasar Grup Siloam dengan peningkatan kepemilikan ini juga tidak signifikan baik secara nasional maupun antar group perusahaan.

Sehingga KPPU menilai bahwa Grup Siloam tidak memiliki kekuatan pasar yang signifikan untuk melakukan perilaku anti persaingan. Oleh karena itu, dalam pendapatnya KPPU menyimpulkan bahwa tidak terdapat dugaan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat akibat akibat pengambilalihan saham ini.